Kemampuan pabrik rambut untuk menampung tenaga kerja wanita menjadikan kenyataan
bahwa di Purbalingga masih banyak bapak rumah tangga, karena sempitnya
lapangan kerja pria, ini adalah pekerjaan rumah bupati Purbalingga!Ada
beberapa cara untuk mengatasi hal ini, sepertinya perlu diadakan
pelatihan teknologi tepat guna atau pengembangan liife skill sesuai
miinat bakat masing2 agar bisa mandiri!
Karena
persoalan yang dianggap sepele ini bisa menjadi masalah yang semakin
runyam kedepannya.Hal itu bakal banyak menyita perhatian untuk
mengatasi mengatasi pengangguran dan krisis moral. Pemerintah harus
memberi prioritas pada laki-laki untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada.
Kewajiban
suami itu mencari nafkah, itu paradigma yang melekat di masyarakat
kita. Sayangnya, paradigma itu tidak digunakan oleh pengelola
negara dengan membiarkan pabrik pabrik didominasi oleh para pekerja
wanita, tanpa mempertimbangkan lapangan kerja yang cukup untuk laki-laki. Pemerintah hanya berorientasi pada keuntungan besar tanpa memperhitungkan dampak
sosialnya. Padaha
krisis imam bakal berdampak luas dan harus dipikir lebih jauh tidak sekedar praktis adanya pemasukan pada daerah saja! Bisa dibayangkan dampaknya kan? Krisis moral, krisis mental dan
bisa-bisa mengakibatkan dismotivation!Nah
ini kalo sudah begini, krisis imam dalam keluarga itu efeknya ngeri lho?
Ketiadaan teladan
dan figur kepala rumahtangga yang hilang secara sosiologis dan
psikologis akan mengoyak mental petarung anak bangsa! Sudah semestinya pemimpin harus bottom up atau mboten up akan terlihat, karena pergerakan
masyarakat basis. Jangan anggap persoalan papa momong mama kerja sebagai masalah sepele, akan tetapi ini akan menjadi pijakan bagi kepemimpinan yang ada untuk berupaya lebih keras menyelamatkan kaum pria dari degradasi mental, karenanya never give up!Mesikipun bagi sebagian orang itu bukan persoalan akan tetapi bagai yang tidak memiliki skill dan pemalas bakal menjadi masalah sosial.
Bagi
saya hidup adalah kreatifitas, dikasih otak dan tangan apa pun jalan!
Never give up! Namun bagi yang tidak memiliki life skill dan soft skill
jangan harap bisa survive! Apalagi dari sisi akademis tidak memiliki pendidikan yang cukup bakal menjadi orang yang rapuh, mari bersama kita bangkitkan anak bangsa ini untuk bisa berkarya, jangan sampai krisis mental tersebut berkembang menjadi kronis dan menjadi bola liar, pemimpin harus bisa membangkitkan semangat!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar