Rabu, 10 Februari 2016

Papa Momong Mama Kerja

                Kemampuan pabrik rambut untuk menampung tenaga kerja wanita menjadikan kenyataan bahwa di Purbalingga masih banyak bapak rumah tangga, karena sempitnya lapangan kerja pria, ini adalah pekerjaan rumah bupati Purbalingga!Ada beberapa cara untuk mengatasi hal ini, sepertinya perlu diadakan pelatihan teknologi tepat guna atau pengembangan liife skill sesuai miinat bakat masing2 agar bisa mandiri! 
Karena persoalan yang dianggap sepele ini bisa menjadi masalah yang semakin runyam kedepannya.Hal itu bakal banyak menyita perhatian untuk mengatasi  mengatasi pengangguran dan krisis moral.  Pemerintah harus memberi prioritas pada laki-laki untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada.
Kewajiban suami itu mencari nafkah, itu paradigma yang melekat di masyarakat kita. Sayangnya, paradigma itu tidak digunakan oleh pengelola negara dengan membiarkan pabrik pabrik didominasi oleh para pekerja wanita, tanpa mempertimbangkan lapangan kerja yang cukup untuk laki-laki. Pemerintah hanya berorientasi pada keuntungan besar tanpa memperhitungkan dampak sosialnya. Padaha krisis imam bakal berdampak luas dan harus dipikir lebih jauh tidak sekedar praktis adanya pemasukan pada daerah saja! Bisa dibayangkan dampaknya kan? Krisis moral, krisis mental dan bisa-bisa mengakibatkan dismotivation!Nah ini kalo sudah begini, krisis imam dalam keluarga itu efeknya ngeri lho? 
                 Ketiadaan teladan dan figur kepala rumahtangga yang hilang secara sosiologis dan psikologis akan mengoyak mental petarung anak bangsa! Sudah semestinya pemimpin harus bottom up atau mboten up akan terlihat, karena pergerakan masyarakat basis. Jangan anggap persoalan papa momong mama kerja sebagai masalah sepele, akan tetapi ini akan menjadi pijakan bagi kepemimpinan yang ada untuk berupaya lebih keras menyelamatkan kaum pria dari degradasi mental, karenanya never give up!Mesikipun bagi sebagian orang itu bukan persoalan akan tetapi bagai yang tidak memiliki skill dan pemalas bakal menjadi masalah sosial.
                 Bagi saya hidup adalah kreatifitas, dikasih otak dan tangan apa pun jalan! Never give up! Namun bagi yang tidak memiliki life skill dan soft skill jangan harap bisa survive! Apalagi dari sisi akademis tidak memiliki pendidikan yang cukup bakal menjadi orang yang rapuh, mari bersama kita bangkitkan anak bangsa ini untuk bisa berkarya, jangan sampai krisis mental tersebut berkembang menjadi kronis dan menjadi bola liar, pemimpin harus bisa membangkitkan semangat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar