Rabu, 10 Februari 2016

Mau Beragama atau Tidak Beragama itu Pilihan!

                      Pertanyaan yang menggelitik masa Tuhan mau diatur? Emang Tuhan beragama? Yang Maha Tahu serba super dan tidak pernah tidur sekejappun sejak dunia ini ada apa membuat kapling-kapling surga dan neraka, halah......lha kalo kaum kafir malah perbuatannya lebih bagus dari mereka yang beragama terus gimana? Emang orang beragama itu jaminan bahwa orang itu baik? Nah nek politisi jelas2 pada baik karena maunya! Jangan pernah bicara agama, surga dan neraka karena manusia sekarang sudah tidak bisa ditakut-takuti. Akan tetapi kalau pikiran, perbuatan dan omongannya selaras ya jelas memiliki integritas! Sedang kalau tidak dan bersikap munafik ya perlu dibuatkan piagam penghargaan sebagai orator terbaik, bila  semuanya serba lips service dan memalukan! Dunia oh dunia, kalau bicara politik apa masih yakin ada orang baik yang tidak ada maunya? Tuhan pasti tidak sebodoh yang manusia pikirkan, Tuhan itu lintas batas, lintas jaman, lintas generasi dan tidak urusan beragama ataupun kafir! Masa manusia mau mengendalikan Tuhan bila dia sudah berbicara atas nama agama! Hal itu menunjukkan mudahnya manusia mengendalikan dan menggerakkan atas nama Tuhan untuk mencari keuntungan sendiri, Tuhan untuk menggendutkan perut, nah inilah fakta menarik, karena mengatasnamakan Tuhan bisa untuk menjadi terkenal dan memperkaya diri!
                      Kita tahu Tuhan memiliki subyektifitas yang tidak bisa ditembus oleh manusia yang berdosa! Apakah ada manusia yang tahu isi hati dan pikiran Tuhan? Wow it's so sad! Sangat dangkal cara berpikirnya!Yang Penting kita memperkuat keimanan kita serta memperdalam ajaran agama masing2,saya yakin jika kita memiliki Iman yang kokoh,dan menjalankan ajaran masing2 agama,kita dapat saling menerima,saling menghargai,menolak pembedaan dan menerima perbedaan sebagai anugerah dari sang Pencipta,Kita bisa menciptakan hidup rukun dan damai.
                       Dalam hal beragama manusia setelah dewasa pun beragama hanya memenuhi syarat formal dan bersosial., sialnya lagi umat beragama sangat ingin dipuji, dengan menjadikan dirinya budak agama bahwa ia adalah pahlawan untuk sesembahannya. untuk nabinya untuk agamanya, padahal tidak sulit untuk menyadari bahwa pujian memabukan hingga membuat lupa diri. Pada akhirnya banyak umat beragama yang menyadari bahwa dirinya tidak pernah benar benar beragama, karena agamanya adalah warisan, penindasan orang tua.
Apakah di jaman seperti sekarang ini kita mau terjebak beragama secara formalitas saja dengan bergerak secara fisik saja, jawabanya ada dalam diri kita! Lebih baik tidak beragama alias kafir tapi tahu bagamana memanusiakan manusia dan memperlakukan mereka dengan beradab bukannya manusia diberlakukan biadab! Saya mau belajar menjadi manusia yang menghadirkan Tuhan setiap saat setiap waktu sehingga tidak akan menghakimi orang lain, silahkan mau atheis ataupun kafir tapi anda hidup di lingkungan nah lingkungan anda yang menilai sebelum masa penghakiman Tuhan hadir sesudah manusia mati!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar