Senin, 15 Februari 2016

Info: Menu yang biasa tersedia di wedangan,hik atau angkring adalah
 menu rakyat sehingga mudah dijangkau kantong.

Cek Kosong?

               Dalam dunia bisnis pembayaran bisa dilakukan dengan pembayaran dengan uang tunai, bilyet giro(BG) ataupun cek. Pembayaran dengan uang tunai lebih aman, akan tetapi bila transaksi dibayar dengan BG atau cek lebih membawa konsekuensi bagaimana tidak, apabila pembayaran berupa BG atau cek itu diberikan sebelum jatuh tempo nota maka akan membawa konsekuensi pada saatnya tempo pembayaran apakah saldonya cukup? Nah bila tidak cukup maka terjadi wanprestasi yang mana hal tersebut akan berpengaruh terhadap nama baik. Sementara bila itu dilakukan dengan unsur kesengajaan maka bukan tidak mungkin sudah berniat melakukan penipuan.
                 Hal yang demikian juga akan memiliki hancurnya kredibilitas seorang pengusaha. Oleh karena itu seorang pengusaha bakalan tidak berani main-main dalam pembayaran, karena sekali melakukan pembayaran gagal maka konsekuensinya adalah berita tersebar tentang ketidakberesan dalam dunia transaksi jual beli. Demikian pula dalam dunia politik maka segala sesuatu yang bersifat transaksional akan memiliki konsekuensi gagal pula.
  Seorang politisi entah di Indonesia atau negara lainnya,bakal berpikir keras untuk memberikan servis yang baik pada semua yang mengusung atau yang mendukung, begitu pula dalam kontek pileg, pilkada/pilwalkot, pilgub dan pilpres, cerita yang demikian sudah bukan rahasia lagi, Jokowi pun berusaha memenuhi janjinya dengan Nawacitanya.Seorang politisi siapapun dia bakal menghadapi tagih janji oleh rakyatnya, sekali tidak percaya maka rakyat tidak pernah akan ambil pusing apapun omongannya.
Ilustrasi ingat kata-kata Abraham Lincoln
               
                 Karena rakyat sebenarnya sederhana saja dalam memandang siapa pemimpinnya, apakah dia memiliki kejujuran, bersih dan amanah. Apabila seorang pemimpin bisa bertindak demikian maka rakyat tidak akan ribut atau menghujat, sebaliknya seorang pemimpin tidak memiliki keteladanan dalam hidupnya, dari sisi etika, moral dan menghalalkan segala cara apalagi kemenangan dicapai dengan cara-cara yang tidak wajar maka dia sudah memiliki modal sosial sedikit,
                Kelemahan itu bakal digunakan oleh orang dalam yang tidak suka sepak terjangnya untuik menghancurkan dia dari dalam. Sehingga pemimpin yang demikian ini bakal menuai banyak persoalan akibatnya tidak akan sempat untuk berpikir program untuk mengatasi konflik sosial dari dalam aja bakal repot. Orang jawa mengatakan bahwa penyakit batuk mudah disembuhkan dan banyak obatnya sementara watak bagaimana mungkin mengubahnya, watak akan habis seiring dengan hilangnya nyawa dari raga seseorang.
                Rakyat tidak mau ditipu oleh cek kosong dan rakyat butuh pembuktian janji-janji kampanye, apabila hal itu tidak ditepati berarti siap-siap menghadapi perlawanan rakyat, entah itu dalam tempo yang cepat atau lambat!

Minggu, 14 Februari 2016

Peracik dalam Dunia Wedangan HIK atau Angkringan

           Dalam dunia wedangan HIK atau angkringan tidak pernah lepas dari yang namanya peracik minuman kalau dalam dunia bar atau kafe semua tergantung pada bartender, demikian pula dalam dunia wedangan peran seorang peracik memiliki tempat tersendiri. Seorang peracik sebelumnya sudah malang melintang dari wedangan yang satu ke tempat lainnya menyeruput wedang jahe, kopi atau teh. Akan tetapi suatu hal yang menyenangkan bila budaya minum teh ini menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu bagaimana tidak dalam angkringan pelanggan yang mendominasi adalah pemesan teh dan jahe.
          Seorang peracik teh akan meracik berdasarkan racikan teh dari berbagai kota dengan karakter masing-masing.Yang mana karakter dan rasa teh dari berbagai kota tersebut bakal menjadi andalan.
Peracik menyiapkan minuman
Teh dari Tegal, Pekalongan dan Solo bakal mendominasi dunia wedangan karena rasa tehnya yang khas. Kita tidak bisa memungkiri ketika mendapatkan pelanggan yang kritis ketika datang bakal memesan wedang entah itu teh atau jahe. Baru mereka akan merasakan makanan nasi kucing yang terdiri dari nasi sambel plus bandeng sithik, oseng dan lain sebagainya. Namun demikian rasa wedan g yang khas ini dibuat berdasarkan pengalaman menjadi peracik yang tidak puas dengan ras teh yang sudah ada artinya peracik bakal keluar dari mainstream rasa teh. Melakukan inovasi agar tidak timbul rasa bosan dalam menghidangkan wedang bagi pelanggannya. Sehingga seorang peracik bakal melakukan inovasi terus menerus. Tak ubahnya seorang bartender dia bakal belajar tentang rasa tak ada habisnya.
          Menjadi seorang peracik juga harus belajar dan belajar, bagaimana tidak bila meracik wedang jahe maka akan menghitung komposisi jahe dan rempah-rempah untuk mencapai keseimbangan agar semua bisa menjadi imbang dan sak sruputan segar di lidah. Nah peran yang demikian juga dipelajri tidak sehari dua hari tapi bertahun-tahun dengan melakukan tes terhadap rasa yang sudah ada,Karena pelanggan fanatik wedangan adalah mereka yang ingin keluar dari mainstream sehingga setiap wedangan dituntut untuk memiliki menu unggulan dan kekuatannya adalah rasa
Pelanggan sedang menunggu pesanan
           Menjadi peracik membutuhkan kesabaran karena ini adalah dunia olahan rasa. Bukan perhitungan matematis yang terjadi akan tetapi lidah, tentang asam, manis, asin dan pahit . Sepertinya itu tentang ilustrasi kehidupan kita. Sehingga ketika meracik sesuatu harus berempati dengan rasa yang diinginkan pelanggan dalam arti luas. Apalagi pada masing-masing kota belum tentu rpoduk pendukung itu ada sehingga harus rajin berinovasi. Tidak bisa berhenti begitu saja selalu bergerak dan bergerak tidak bisa lagi tinggal diam karena bila diam maka semuanya akan stagnan.Memang sepintas kelihatannya mudah dalam meracik minuman ternyata belajar komposisi di setiap kota tidaklah mudah, karena masyarakat masing-masing kota memiliki selera yang berbeda. Dan itu menjadi pijakan awal agar bisnis wedangan yang digeluti bertahan terus.
Kreatifitas anak muda dalam mengerjakan disain grafis
bimbingan Yayasan Oerip Blakasoeta Purbalingga
membuat logo D'Wedangan Seger Waras Purbalingga

Komunitas ini sedang berkumpul di D'Wedangan Seger Waras Purbalingga

Wedangan di Angkringan Bisa Ngobrol Ngalor Ngidul

             Wedangan sebagai arena berkumpul sekarang ini berkembang luas, para pejuang kehidupan dari Bayat Klaten ini sudah menasional, dulu kegiatan mereka adalah berjuang untuk melawan kelaparan. Sekarang di kota manapun selalu ada wedangan atau hik, pada awalnya aktivitas ekonomi ini berawal dari kota Solo dan Yogyakarta. Kemudian wedangan atau hik dan sekarang terkenal sebagai angkringan merambah ke berbagai kota besar di berbagai propinsi di Indonesia, hampir disemua kota tujuan wisata di Jawa dan Bali seperti Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar atau kota lainnya disana terdapat wedangan.

           Pada masa tahun 70an hingga 80an mereka masih menjaul wedangan dan makanan keliling kampung, pada saat di Solo jelas diwarnai aktivitas yang seperti itu.Keluar masuk kampung dengan pikulan dan
Wedangan, HIK atau angkringan itdak lepas dari tiga ceret
dengan berteriak hiiiikkkk demikian yang terjadi di Solo. Pada tahun 90an sudah berkembang menjadi gerobak beroda, ada yang mangkal dan menjadi arena nongkrong dimana-mana. Aktivis, budayawan, seniman dan politisi lebih banyak mengumpul dan berdiskusi di arena tersebut. Namun demikian saat kehadiran internet sudah menyebar seantero jagat raya maka wedangan juga menaiki tapak ke sana.
               Wedangan yang dulu merupakan aktifitas pedagang kecil sekarang sudah menjadi incaran mereka yang memiliki modal. Bagaimana tidak sekarang dunia angkringan sudah menjadi tempat untuk nonton bareng(nobar) olahraga, kesenian atau kegiatan apapun. Sehingga sekarang sudah menjadi tempat hang out
siapapun dari kalangan bawah hingga kalangan atas. Politisi pun hadir kesana untuk mencari massa, belum lagi wedangan menjadi hidangan istimewa saat wisuda, ulang tahun ataupun arisan.
                Dengan demikian kita sudah tidak bisa lagi menganggap bahwa wedangan kegiatan yang tidak menghasilkan apa-apa, bahkan kawan-kawan saya saat kuliah sekarang pada menjadi pengusaha angkring, padahal dulu sama sekali tidak melihat ini sebagai sesuatu yang mendatangkan profit. Akan tetapi ternyata tidak hanya profit dari sisi ekonomi saja,
Selaku menjadi tempat santai
orang yang datang dan menjadi pelanggan lebih melihat pergaulan mereka sebagai modal sosial, karena itu sekarang bereawal dari obrolan angkringan sudah berkembang membangun komunitas, berawal dari minat, bakat dan kemampuan yang sama, arena sharing, diskusi terbuka dan berbagi pengalaman hidup hingga membual terjadi disana. Maklum di angkringan ini berkumpul manusia berbagai latar belakang, mulai dari yang kalangan menangah ke atas, berpendidikan, kalangan bawah yang tidak berpendidikan, politisi, pengangguran, seniman, budayawan, pengacara, polisi, tentara bahkan kriminalis,penipu, dan PSK mereka berkumpul,yang jelas disana tidak ada batas.
           
Pelanggan bisa selfie disana
     Nah bila melihat dan mendengar diskusi yang terjadi disana sangat mengasyikkan dan lintas sektoral. Bila melihat pergaulan dan diskusi yang mengasyikkan disana maka wedangan menjadi tempat paling mengasyikkan disukusi bersama dalam situasi guyon saling membully tapi diakhiri tawa dan tanpa emosi. Kaki bisa diangkat alias jegang sambil nyruput wedang sambil pating klepus, begitulah suasana yang wedangan nah yang sedang pacaran pun asyik bercengkerama berdua seolah-olah tidak ada orang lain begitulah dunia angkringan, tempat bercanda bergurau, mengeluh dan sangat rumit tapi mengasyikan dunia tanpa jarak! Hidup menjadi berwarna jika kita bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat. Lebih indah lagi ketika disana berdebat selalu diakhiri tertawa bersama, dan kadang-kadang mereka lebih senang menertawakan diri mereka sendiri, hidup yang penuh empati!

Jumat, 12 Februari 2016

Bagaimana Kaum LGBT Ingin Tobat, Apa yang Harus Kita Lakukan?

          Pagi ini aku kedatangan tamu nyleneh karena orang pasti benci kalo dengar LGBT yah dia seorang gay, tapi itulah kenyataannya dia adalah manusia dan diperlakukan manusiawi saja, keterkejutanku adalah dia curhat mau nikah sama lawan jenis! Wow......kenapa tobat? Aku sudah bosan dengan brondong pengin menikah dengan perempuan tolong bantu cari istri ya!
          Pernyataan  luar biasa, insting investigasiku jalan!.......ada yang bisa bantu? Sepertinya tidak mudah bagi seorang yang berbeda dan sudah menikmati kebebasan sebagai seorang homo sexual untuk melepaskan diri. Tetapi dalam bayangan saya apa yang tidak mungkin semua serba mungkin apalagi kalau dikasih sedikit pendekatan religi yang sebenarnya juga tidak hafal betul ayat apa yang pas, kalau saya cuma memberi pemahaman pada mulanya Tuhan menciptakan Adam dan Hawa aja jadi tidak ada yang aneh. Nah kemudian saya memberikan pemahaman apakah pernah berusaha dekat dengan perempuan?  Paling tidak saya memberikan deskripsi bahwa toh dia bisa dekat dengan perempuan, apalagi kalau dia sudah menikmati hubungan sejenis berarti sangat menikmati!
Ilustrasi Pria Kemayu
          Hal ini yang menjadi gambaran agar dia tidak lagi terjebak pada dunia lama dan segera saja menikah serta mencari perempuan yang mau mengerti tentang dia, kehidupan kelam sebagai gay. Saya pun mendengarkan dan bercerita bagaimana peran perempuan dalam hidup seorang pria hal ini untuk kembali berorientasi pada perempuan apalagi kebetulan ada seorang perempuan yang menyukainya dulu, sekarang dia juga gagal berumah tangga. Klop sudah untuk saling membantu paling tidak untuk membangun kepercayaan diri sebagai laki-laki.
           Meskipun dia selalu dihubungi mantan teman kencannya yang brondong dan dengan susah payah mengatakan tidak! Saya memberi dorongan dengan kata-kata yang memotivasi dia. Saya tanya apa sebagai pria tidak ingin memiliki keturunan? Apakah dibenarkan dalam agamnya berhubungan sejenis? Dan sambil mengatakan dia meneteskan air mata, bahwa tidak mudah baginya meninggalkan dunia yang sudah diterjuninya puluhan tahun. Kaum LGBT di sini banyak dari berbagai kalangan, wow Indonesia banget penuturunnya bahkan kota kecil seperti Purbalingga banyak juga komunitasnya. Dalam pikiranku ternyata tidak seperti Jakarta, Surabaya kota kecil juga sudah terbentuk komunitasnya.
           Ketika saya bertanya mengapa dia memutuskan untuk tiba-tiba tobat dari pergaulan LGBTnya? Dia mengatakan bahwa beberapa waktu lalu selalu memiliki ketakutan yang sangat bahwa dia mau segera mati! Dia merasa kena penyakit mematikan meskipun setelah diperiksa ke laboratorium tidak ditemukan sesuatupun alias sehat! Saya melihat raut wajah penuh kecemasan, nah baru lihat orang takut mati! Saya cuma memaparkan pekerjaanmu yang mapan itu bisa untuk menarik perempuan, tapi itu bukan yang utama carilah perempuan yang mau mengerti tentang jiwamu yang sakit dan dia mau menyembuhkan. Barangkali ada perempuan yang ingin membantu keluhan teman saya lepas dari dunia gay. Siapa perempuan yang berhati mulia itu? Semoga ada diantara para pembaca tulisan ini.